perkenalan dan pertemuan singkat kita terjadi begitu saja,hingga akhirnya kau mulai lihai memainkan peran yang kau dapat dalam kehidupanku. kau mulai menjadi sejeniz zat yang homogen denganku.
kau tahu,bahkan paham tentang alur kehidupanku sekarang,dan saat ini aku berikir,aku melangkah ke arah yang salah lagi. aku membiarkandiriku jatuh untuk yang kesekian kalinya. mengapa semudah ini ku biarkan kau masuk kedalam ceritaku? entah.
Tak perduli seberapa buruknya harimu,sadarilah bahwa malam yang gelap tak sebanding dengan indahnya cahaya pagi.. ujarmu.
lontaran kalimat yang menurutku dinamis dan mudah kupahami,dia menyemangatiku.
Tapi,adakah orang yang mampu menghadirkan secercah indahnya mentari pagi diselubung kelopak mataku? mungkin sulit untuk mampu,setidaknya mau. adakah yang mau? yah,mustahil. fikirku
namun aku hanyalah manusia biasanya yang punya perasaan menggebu dalam dadaku,mustahilkah jika orang itu kamu?
kamu yang mengganti gelap malamku dengan indahnya cahaya pagi..
kamu yang membangunkan aku dikala sang fajar telah melukiskan senyuman di wajahnya..
mampukah kau hadirkan itu? dengan ragu aku berharap.
iya
-J. Imtiyaaz F.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar